🇮🇩 Kalkulator Surya Indonesia

Masukkan tagihan PLN dan kota Anda — dapatkan jumlah panel, biaya sistem dalam Rupiah, penghematan net metering PLN, dan estimasi balik modal.

Rp
kWp
Sistem surya untuk rumah Anda
4 panel 550W — Rp 24.000.000
Pemakaian listrik/bulan (estimasi)242 kWh/bulan
Produksi surya/hari7.2 kWh/hari
Produksi surya/bulan216 kWh/bulan
Dipakai sendiri/bulan216 kWh
Penghematan dari konsumsi sendiriRp 311.904/bulan
Total penghematan/bulanRp 311.904/bulan
Penghematan/tahunRp 3.742.848/tahun
Tagihan terkover89%
Balik modal (payback)6.4 tahun
Total penghematan 25 tahunRp 93.571.200
Rekomendasi ukuranUntuk menutup 100% tagihan, butuh sistem 2.3 kWp
Link disalin ke clipboard

Cara Menggunakan Kalkulator Ini

Masukkan tagihan PLN dan pilih kota

Masukkan total tagihan listrik PLN Anda per bulan dalam Rupiah, termasuk biaya beban dan pajak. Pilih kota — ini menentukan Peak Sun Hours (PSH), yaitu rata-rata jam matahari efektif per hari. Makassar dan Bali mendapat PSH tertinggi (5.0-5.2), sedangkan Bandung dan Yogyakarta sedikit lebih rendah karena awan dan kabut pagi.

Pilih golongan tarif dan ukuran sistem

Pilih golongan tarif PLN sesuai daya yang terpasang di rumah Anda (tertera di struk tagihan). Masukkan ukuran sistem dalam kWp — sebagai panduan awal, 1 kWp panel surya menghasilkan 3.5-4.5 kWh per hari di Indonesia. Untuk rumah dengan tagihan Rp 800.000/bulan (R-2/3500VA), sistem 3-4 kWp biasanya cukup.

Aktifkan net metering untuk penghematan maksimal

Program net metering PLN memungkinkan kelebihan listrik solar diekspor ke jaringan PLN. PLN memberikan kompensasi 65% dari tarif normal untuk setiap kWh yang diekspor (sesuai Permen ESDM No. 26 Tahun 2021). Aktifkan toggle net metering untuk melihat penghematan tambahan dari ekspor listrik.

Rumus Perhitungan

Konsumsi/bulan (kWh) = Tagihan PLN ÷ Tarif per kWh Produksi/hari = Kapasitas kWp × PSH × 0,80 (efisiensi sistem) Produksi/bulan = Produksi harian × 30 hari Penghematan konsumsi sendiri = min(Produksi, Konsumsi) × Tarif PLN Kompensasi net metering = Kelebihan produksi × Tarif PLN × 65% Biaya sistem = kWp × 1.000 × Rp 12.000/Wp Balik modal = Biaya sistem ÷ Penghematan tahunan

Faktor efisiensi 0,80 mencakup rugi-rugi kabel, inverter, suhu panel, dan kotoran. Di iklim tropis Indonesia, suhu panel dapat mencapai 65-70°C yang mengurangi efisiensi sekitar 10-15% dibanding spesifikasi STC (Standard Test Condition pada 25°C). Biaya instalasi Rp 12.000/Wp adalah estimasi rata-rata untuk sistem on-grid tanpa baterai termasuk panel, inverter, wiring, dan jasa pemasangan.

Contoh Perhitungan

Budi — Rumah menengah di Surabaya dengan tagihan Rp 800.000/bulan

Budi memiliki rumah golongan R-2/3500VA di Surabaya dengan tagihan PLN rata-rata Rp 800.000 per bulan. Ia ingin memasang panel surya 5 kWp dan mendaftar net metering PLN.

Tagihan PLNRp 800.000/bulan
GolonganR-2/3500VA (Rp 1.699/kWh)
KotaSurabaya (4,8 PSH)
Sistem5 kWp (9 panel 550W)
Net meteringAktif

Hasil

Konsumsi estimasi~471 kWh/bulan
Produksi surya~576 kWh/bulan
Penghematan konsumsi sendiri~Rp 800.000/bulan
Kompensasi net metering~Rp 57.000/bulan
Total penghematan~Rp 857.000/bulan
Biaya sistem~Rp 60.000.000
Balik modal~5,8 tahun
Penghematan 25 tahun~Rp 257.000.000

Dengan sistem 5 kWp dan net metering aktif, Budi menutup 100% tagihan PLN dan bahkan mendapat kompensasi dari kelebihan produksi. Investasi Rp 60 juta kembali dalam kurang dari 6 tahun, dengan penghematan total lebih dari Rp 257 juta selama 25 tahun umur panel surya.

FAQ

Net metering PLN adalah program ekspor-impor listrik yang memungkinkan pemilik panel surya menjual kelebihan listrik ke jaringan PLN. Kompensasi diberikan sebesar 65% dari tarif normal (Permen ESDM No. 26/2021). Cara daftar: (1) Pasang sistem PLTS atap oleh kontraktor berlisensi; (2) Ajukan permohonan ke kantor PLN setempat dengan melampirkan spesifikasi sistem dan izin SLO; (3) PLN akan memasang meter ekspor; (4) Kompensasi dikurangi dari tagihan bulanan, bukan dibayar tunai. Proses persetujuan biasanya 1-3 bulan. Kapasitas sistem dibatasi maksimal 100% dari daya terpasang di KWh meter.
Biaya instalasi PLTS atap on-grid (tanpa baterai) di Indonesia berkisar Rp 10.000-15.000 per Wp terpasang, tergantung merek panel, inverter, dan lokasi. Contoh: sistem 3 kWp = Rp 30-45 juta; sistem 5 kWp = Rp 50-75 juta; sistem 10 kWp = Rp 100-150 juta. Biaya sudah termasuk panel surya (monocrystalline 550W), inverter on-grid, kabel, mounting, dan jasa pemasangan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM memberikan subsidi atau kemudahan perizinan untuk mendorong adopsi PLTS atap, terutama untuk sektor residensial dan UKM.
Seluruh Indonesia berada di zona khatulistiwa dengan intensitas matahari tinggi sepanjang tahun, menjadikan seluruh wilayah sangat cocok untuk panel surya. Secara spesifik: Makassar dan Bali (5.0-5.2 PSH) adalah yang terbaik — sedikit awan dan banyak sinar matahari langsung. Surabaya dan Semarang (4.7-4.8 PSH) sedikit di bawah karena lebih banyak awan di musim hujan. Jakarta, Medan, Yogyakarta (4.5-4.6 PSH) masih sangat baik — lebih dari cukup untuk investasi solar yang menguntungkan. Bandung (4.3 PSH) sedikit lebih rendah karena ketinggian dan kabut pagi yang sering. Bahkan di kota dengan PSH terendah pun, sistem surya di Indonesia memiliki payback period 5-8 tahun — jauh lebih baik dari banyak negara Eropa.
Untuk rumah yang terhubung ke jaringan PLN, baterai tidak wajib dan umumnya tidak direkomendasikan dari sisi ekonomi. Sistem on-grid tanpa baterai lebih murah (hemat 40-60% biaya) dan efisien — kelebihan produksi diekspor melalui net metering. Baterai direkomendasikan jika: (1) Lokasi sering mati listrik; (2) Ingin backup saat pemadaman (baterai + sistem hybrid); (3) Lokasi terpencil tanpa akses PLN (off-grid). Untuk keperluan backup pemadaman, baterai LiFePO4 10 kWh bisa menghidupkan peralatan esensial (lampu, kipas, TV, kulkas kecil) selama 8-12 jam. Biaya baterai 10 kWh berkisar Rp 30-50 juta — tambahkan ke total investasi saat menghitung payback.
Panel surya monocrystalline modern (tier-1 brands) memiliki garansi produk 12-15 tahun dan garansi performa 25-30 tahun. Di iklim tropis, degradasi panel sekitar 0.5-0.7% per tahun (lebih tinggi sedikit dari iklim sedang akibat suhu tinggi). Setelah 25 tahun, panel masih menghasilkan sekitar 80-85% dari kapasitas awal. Potensi masalah di iklim tropis: korosi pada konektor dan frame jika tidak menggunakan material anti-karat; lumut atau debu pada panel di daerah lembab perlu pembersihan 2-4 kali setahun. Inverter biasanya tahan 10-15 tahun dan perlu diganti sekali selama umur panel. Pilih merek terpercaya (Huawei, SMA, Fronius, Solis) untuk meminimalkan risiko kerusakan dini.

Kalkulator Terkait

Embed This Calculator

Free to embed on your website. Just copy this code:

<iframe src="https://solarsizecalculator.com/id/solar-calculator-indonesia"
  width="100%" height="700" frameborder="0"
  title="Solar Calculator Indonesia"></iframe>